Posted in Fakta Unik, Radiologi

Manfaat X-Ray Foto

 

Berikut ini beberapa gambaran hasil foto rontgen (x-ray photo) corpus alienum atau adanya benda asing dalam tubuh. Misalnya karena tertusuk pisau, paku, menelan uang koin, gunting operasi yang masih ketinggalan di dalam perut. Sehingga dengan adanya foto rontgen bisa dilihat dengan jelas letak, posisi, kedalaman benda-benda asing tersebut. Hal itu dapat memudahkan Dokter Ahli Bedah dalam melalukan operasi.

afghan_boy_x-ray_imagegirl_from_indiana_x-ray_imageIsidro_Mejia_x-ray_imagemichael_hill_x-ray_imageNicholas_Holderman_x-ray_imagepat_skinner_x-ray_imagePatrick_Lawler_x-ray_imageshafique_el_fahkri_x-ray_image2

 

 

Kalo gambar di bawah ini merupakan hasil x-ray photo editan, karena ga mungkin di otak kita terdapat feces (tahi) 🙂 Mungkin gambar ini cuma bermaksud nyindir ataupun becandaan aja gitu….

Maka sekali-kali itu becanda, “Hidup itu serius ga serius”.. 🙂

 

megawatiheads

Posted in Radiologi

SINAR-X!!

GambarSinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (sama dengan frekuensi dalam rentang 30 petahertz – 30 exahertz) dan memiliki energi dalam rentang 100 eV – 100 Kev. Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medis dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.

Sinar-X ditemukan oleh Wilhelm Conrad Röntgen (27 Maret 1845 – 10 Februari 1923) seorang fisikawan Jerman yang merupakan penerima pertama Penghargaan Nobel dalam Fisika, pada tahun 1901, untuk penemuannya pada sinar-X, yang menandai dimulainya zaman fisika modern dan merevolusi kedokteran diagnostik.

Rontgen belajar di ETH Zurich dan kemudian guru besar fisika di Universitas Strasbourg (1876-79), Giessen (1879-88), Wurzburg (1888-1900), dan Munich (1900-20). Penelitiannya juga termasuk karya pada elastisitas, gerak pipa rambut pada fluida, panas gas tertentu, konduksi panas pada kristal, penyerapan panas oleh gas, dan piezoelektrisitas.

Pada 1895, saat mengadakan percobaan dengan aliran arus listrik dan tabung gelas yang dikosongkan sebagian (tabung sinar katode), Rontgen mengamati bahwa potongan barium platinosianida yang berdekatan melepaskan sinar saat tabung itu dioperasikan. Ia merumuskan teori bahwa saat sinar katode (elektron) menembus dinding gelas tabung, beberapa radiasi yang tak diketahui terbentuk yang melintasi ruangan, menembus bahan kimia, dan menyebabkan fluoresensi. Pengamatan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kertas, kayu, dan aluminum, di antara bahan lain, transparan pada bentuk baru radiasi ini. Ia menemukan bahwa itu memengaruhi plat fotografi, dan, sejak tidak secara nyata menunjukkan beberapa sifat cahaya, seperti refleksi atau refraksi, secara salah ia berpikir bahwa sinar itu tak berhubungan pada cahaya. Dalam pandangan pada sifat tak pasti itu, ia menyebut fenomena radiasi X, walau juga dikenal sebagai radiasi Rontgen. Ia mengambil fotografi sinar-X pertama, dari bagian dalam obyek logam dan tulang tangan istrinya.