Posted in Fakta Unik

Bedanya Katak dan Kodok

AMPHIBI

Amphibi berarti hidup di dua alam, amfi itu berasal dari amphi yang berada kedua-duanya, dan bi berasal dari bio yang berarti hidup. Sesuai namanya, amfibi berarti hidup di dua alam. Saat muda, ia hidup di air, saat dewasa ia hidup di luar air. Di luar air bukan berarti di darat, tapi di mana saja asalkan dekat dengan air atau sangat lembab agar kulitnya tidak kering. Hal ini karena amfibi juga bernapas dengan kulitnya, dan hanya kulit yang lembab yang bisa menyerap oksigen. Beberapa ciri katak dan kodok termasuk tubuh tanpa ekor, kaki belakangnya panjang dan matanya besar cenderung menonjol.
Anatomi amfibi

Anatomi katak cukup aneh. Larvanya, seperti kecebong, memiliki sistem pernapasan dengan insang. Sebagian besar spesies memiliki paru saat mencapai dewasa. Mereka juga memiliki trakea, faring dan paru mirip kantung, bahkan walaupun bernapas lebih penting dilakukan dengan kulit daripada dengan paru. Jantungnya memiliki dua serambi dan satu bilik, dan sistem pencernaan maupun pengeluarannya sama dengan mamalia.

Kulit Amfibi
Amfibi bernapas dengan kulitnya yang lembut dan bersih, tanpa bulu, tanpa sisik. Kulit ini harus selalu dijaga agar tetap lembab karena ia cenderung mengering. Bahkan walaupun mereka memiliki kelenjar lendir yang membantu menjaga kelembaban, amfibi harus tetap hidup di daerah lembab. Kulit dari sebagian besar amfibi melindungi mereka dari predator dan memiliki kelenjar racun yang mengeluarkan zat yang tidak nyaman dan bahkan bisa beracun.

Kaki Amfibi

Kaki belakang amfibi memiliki otot dan memiliki lima jari panjang yang dihubungkan dengan selaput untuk membantu berenang. Walau begitu, ini tergantung juga pada habitatnya. Ada empat tipe kaki amfibi: tipe pelompat, tipe perenang, tipe penempel dan tipe penggali. Kaki katak dan kodok memiliki empat jari di tiap kaki depan, dan lima jari di tiap kaki belakang. Totalnya, ada 18 jari. Kodok air memiliki kaki berselaput; kodok pohon memiliki cakram penyerap di ujung jari untuk menempel di permukaan vertikal, dan kodok penggali memiliki tonjolan tambahan di jari kaki belakangnya yang disebut tuberkula. Tuberkula berfungsi untuk menggali.
Kantung suara
Baik katak maupun kodok bisa bernyanyi. Walau suaranya dihasilkan oleh pita suara, suara ini diperkuat lagi pada hewan yang jantan. Mereka punya kantung yang bisa mengembang di kedua sisi laring.

Perbedaan antara katak (Toad) dan Kodok (Frog)
Katak dan kodok seringkali dipandang sinonim atau dipandang dua jenis kelamin berbeda. Walau begitu, katak dan kodok sebenarnya berbeda. Katak memiliki kulit yang tidak mulus dan kaki yang pendek. Mereka adalah hewan darat. Kodok lebih kecil, kakinya berselaput dan hidup di air atau di pohon. Sebagai contoh adalah kodok Hyperolius tuberilinguis. Kodok ini memiliki kulit yang lembut dan mulus dengan warna yang kuat dan terang. Matanya memiliki pupil horisontal. Kakinya panjang dan teradaptasi untuk melompat. Selain itu juga memiliki jari yang berselaput untuk berenang. Sementara itu, katak merupakan hewan darat, bergerak lamban dan lebih lebar daripada kodok. Contohnya adalah katak biasa (Bufo bufo). Katak ini memiliki pupil yang umumnya horisontal tapi ada juga yang vertikal. Kulitnya tidak mulus, kasar, dan kering. Bahkan ada yang sangat tebal. Kakinya lebih pendek dan lebar daripada kodok dan teradaptasi untuk berjala

Makanan Amfibi
Makanan amfibi pada tahap larva adalah tanaman, sementara pada tahap dewasa, mereka memakan hewan berbuku-buku (arthropoda) seperti serangga jenis kumbang (Coleoptera) atau laba-laba (Arachnid) serta hewan tak bertulang belakang (invertebrata) lainnya, seperti ulat dan cacing. Katak memakan mangsanya dengan menjulurkan lidahnya yang panjang dengan cepat. Saat menelan, matanya tertarik ke dalam, lalu ditutup dan ditekan ke dalam, sehingga tekanan di dalam mulutnya bertambah, sehingga mangsa terdorong kedalam tenggorokan.

Tipe-tipe Amfibi
Amfibi terbagi menadi tiga kelompok yang dibedakan berdasarkan ekor dan kakinya. Newt dan salamander memiliki ekor. Mereka digolongkan Urodela. Katak dan kodok, yang tidak berekor, kecuali saat masih kecebong, masuk ke kelompok Anura. Caecilia, adalah kelompok amfibi yang tidak memiliki kaki dan ekor, sama seperti cacing dan masuk ke kelompok Apoda. Contoh Anura (tanpa ekor) adalah Kodok Pohon Eropa. Hidup di dekat gedung yang lembab. Contoh Urodela (dengan ekor) adalah Salamander Harimau. Salah satu amfibi paling berwarna di Amerika. Contoh Apoda (tanpa kaki) adalah Caecilian cincin yang mirip sekali dengan cacing tebal yang besar.

source:
1. Barribeau et al. 2008. Major Histocompatibility Complex Based Resistance to a Common Bacterial Pathogen of Amphibians. PLoS One, 2008; 3 (7): e2692
2. Daly et al. 2009. N-Methyldecahydroquinolines: An Unexpected Class of Alkaloids from Amazonian Poison Frogs (Dendrobatidae). Journal of Natural Products, 2009;
3. Encyclopaedia Britannica. 2010. Fish and Amphibian
4. Lacan, I. 2003. Interaction of an introduced predator with future effects of climate change in the recruitment dynamics of the imperiled Sierra Nevada yellow-legged frog (rana sierrae). Herpetological Conservation and Biology, 3(2):211-223
5. Rick A. Relyea. 2008. A cocktail of contaminants: how mixtures of pesticides at low concentrations affect aquatic communities. Oecologia, November 11, 2008

Posted in Fakta Unik

Fakta Tentang Mendengkur serta Tips Mengatasi Mendengkur (Ngorok)

1. Satu dari lima penduduk dunia mendengkur.

Benar. Diperkirakan lebih dari satu milyar orang di seluruh dunia mendengkur saat tidur karena berbagai sebab.

2. Pria dan wanita sama banyaknya yang mendengkur.

Salah. Lebih banyak pria yang mendengkur dibandingkan wanita, perbandingannya adalah 80% laki-laki dan 20% perempuan. Alasannya terkait dengan distribusi kelebihan berat badan pada pria yang menumpuk di dada dan leher sehingga menyebabkan penyempitan saluran udara. Kelebihan berat badan pada wanita umumnya menumpuk di pinggul. Pria juga memiliki leher lebih besar daripada wanita. Lingkar leher 40 cm atau lebih cenderung membuat orang mendengkur.

3. Radang amandel (tonsilitis) menyebabkan anak-anak mendengkur.

Benar. Salah satu ciri anak yang terkena radang amandel (tonsilitis) adalah mendengkur waktu tidur.

4. Posisi tidur tidak berpengaruh pada mendengkur.

Salah. Tidur telentang lebih mendukung untuk mendengkur dibandingkan tidur miring.

5. Kelebihan berat badan menyebabkan mendengkur.

Benar. Kelebihan berat badan sangat umum di kalangan pendengkur. Hal ini karena lemak yang terbentuk di sekitar tenggorokan dapat menyempitkan saluran udara. Selain itu, lemak di perut dapat menyebabkan diafragma berfungsi tidak teratur.

6. Pil tidur dan obat penenang mengurangi mendengkur.

Salah. Obat-obatan ini menyebabkan relaksasi otot dan meningkatkan peluang mendengkur.

7. Pada usia 50, perempuan yang mendengkur sama banyaknya dengan laki-laki.

Benar. Karena proses penuaan, wanita kehilangan otot dan lemak di daerah tenggorokannya. Lidah, pangkal tenggorokan, dan jaringan lainnya di dekatnya juga bisa sedikit menyusut. Perubahan ini dapat mengurangi ukuran saluran nafas dan meningkatkan risiko mendengkur. Hanya 5% perempuan yang mendengkur pada usia tiga puluhan, namun pada usia di atas 50 tahun jumlahnya bisa mencapai 40%. Pada usia ini, jumlah wanita yang mendengkur sama banyaknya dengan laki-laki.

8. Mendengkur dapat menandakan penyakit.

Benar. Mendengkur dapat merupakan gejala obstructive sleep apnea (OSA), gangguan umum dan berpotensi serius di mana nafas berulang kali berhenti dan berlanjut saat Anda tidur. Seseorang dengan sleep apnea sering bangun malam untuk bernafas, tetapi biasanya tidak mengingatnya.  Sleep apnea seringkali tidak disadari tetapi sangat berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan kurang tidur, kekurangan oksigen, depresi dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

9. Intensitas mendengkur dapat mencapai 90 desibel.

Benar. Setara dengan suara yang dihasilkan oleh sebuah truk yang melaju di jalan raya.

10. Merokok tidak menyebabkan mendengkur

Salah.Asap rokok dapat menginfeksi jaringan tenggorokan yang menimbulkan bengkak. Hal ini menyebabkan penyempitan saluran udara dan membuat orang mendengkur.

Berikut beberapa tips agar mengurangi dengkuran :

1. Tidur dengan kepala lebih tinggi

Tidurlah dengan beberapa bantal ditumpuk. Posisi kepala yang lebih tinggi bisa mengurangi terjadinya dengkuran.

2. Jangan minum alkohol sebelum tidur

Jangan minum alkohol, pil tidur, atau obat penenang sebeum tidur. Kesemuanya bertindak sebagai relaksan otot dan akan memicu mendengkur.

3. Hindari produk susu sebelum tidur

Produk susu diketahui akan meningkatkan produksi lendir.

4. Sesuaikan posisi tidur

Cobalah mengganti posisi tidur dari satu sisi ke sisi lain tempat tidur. Mengganti posisi tidur merupakan suatu upaya untuk mencegah saluran udara tersumbat.

5.  Pil anti mendengkur

Ambil pil anti mendengkur atau spray anti mendengkur.

6. Berhenti merokok

Merokok akan memperburuk masalah mendengkur. Merokok dapat menyumbat  pembuluh darah. Merokok juga menyebabkan kesulitan bernapas atau napas sesak.

7. Tidur di bantal yang empuk

Tidur di bantal empuk akan mengendurkan otot dan lorong-lorong udara di saluran pernapasan.

8. Menghirup uap

Menghirup uap air sebelum tidur bisa mengurangi sumbatan di tenggorokan dan hidung.

9. Memakai nasal strip

Nasal strip berfungsi sebagai dekongestan (decongest) lorong hidung dan membantu mengurangi mendengkur.

*diolah dari berbagai sumber 🙂